Rabu, 13 April 2016

Makalah Pengaruh Inflasi Terhadap Perekonomian Indonesia



PENGARUH INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA
MAKALAH
 Di Ajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia


IMG_20141023_134400.jpg


Disusun oleh :
Dise Dwi Anggia Putri
(2014061040)
Akuntansi C

UNIVERSITAS KUNINGAN
FAKULTAS EKONOMI
TAHUN AJARAN 2014-2015
Kampus 1 : Jalan Cut Nyak Dien 36 A - Tlp./fax.0232-874824 Kuningan Jawa barat



KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat,taufik dan hidayahnya.sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Pengaruh Inflasi Terhadap Perekonomian di Indonesia”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Semester 2 mata kuliah Bahasa Indonesia.
  Makalah ini di tulis mempunyai tujuan untuk sebagai bahan pembelajaran dan sebagai salah satu sumber pengetahuan.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menemukan beberapa kesulitan baik dari buku atau sumber yang dijadikan narasumber maupun hal-hal yang harus diungkapkan. Walaupun menemukan beberapa kesulitan, penulis juga banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada pihak yang ikut serta dalam membantu penyusunan makalah ini sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata, penulis sangat menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.



Juni,2015

Penulis


DAFTAR ISI
                                                                                                                 Halaman
KATA PENGANTAR     …………………………………………………….           i
DAFTAR ISI     ………………………………………………………………          ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang                             …………………………………..          1
1.2  Rumusan Masalah     ……………………………………………….          2
1.3  Tujuan Penelitian          …………………………………………….          2
1.4  Manfaat penelitian          …………………………………………...          2

BAB II PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Inflasi                         ………………………………….          3
2.2   Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian ………………………….          5
2. 3  Cara Mengatasi Inflasi   ……………………………………….......          7

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan     ………………………………………………………          9
3.2 Saran               ………………………………………………………        10
DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Suatu perekonomian disuatu negara sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah Inflasi. Inflasi adalah suatu kenaikan harga – harga. Inflasi bisa diakibatkan oleh kebijakan – kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Suatu inflasi tidak boleh terlalu besar atau biasa disebut hyper inflasi karena mengakibatkan daya beli masyrakat turun dan tidak boleh terlalu rendah karena akan melemahkan daya saing. Perekonomian di suatu negara bisa dikatakan baik apabila kebijakan – kebijakan yang diambil oleh pemerintahnya bisa mengendalikan inflasi. Seberapa jauh dampak inflasi dalam perekonomian sangat tergantung kepada tingkat keparahan inflasi tersebut. Kadangkala kenaikan harga yang terlalu tinggi mempunyai pengaruh yang positif terutama terhadap iklim investasi karena kenaikan harga pada dasarnya merupakan insentif bagi pengusaha untuk melakukan kegiatan produksinya. Secara teori, laju inflasi yang terlalu rendah menunjukkan adanya kelesuan ekonomi. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa harga-harga yang tidak bergerak keatas sehingga menandakan adanya kelemahan pada sisi permintaan.  Tidak jarang terlalu rendahnya tingkat inflasi merupakan indikator lemahnya daya beli masyarakat yang pada gilirannya akan menekan laju pertumbuhan ekonomi.



1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari inflasi?
2.      Bagaimana dampak inflasi terhadap perekonomian di indonesia ?
3.      Bagaimana cara mengatasi inflasi ?

1.3  Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan inflasi .
2.      Untuk mengetahui dampak dari inflasi yang akan berkaitan dengan perekonomian di indonesia.
3.      Untuk mengetahui cara-cara mengatasi inflasi yang terjadi di indonesia.

1.4  Manfaat penelitian
1.      Kegunaan bagi penyusun
Dari hasil makalah ini di harapkan bermanfaat bagi penulis untuk menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan dalam hal inflasi dan pengaruhnya terhadap perekonomian di indonsia.
2.      Kegunaan bagi pembaca
Dari hasil makalah ini di harapkan bermanfaat bagi pembaca untuk sumbangan pemikiran dalam hal inflasi dan pengaruhnya terhadap perekonomian di indonesia.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Inflasi
Menurut Rahardja (1997: 32) inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, tetapi jika kenaikan meluas kepada sebagian besar harga barang-barang maka hal ini disebut inflasi.
Eachern (2000: 133) menyatakan bahwa inflasi adalah kenaikan terus-menerus dalam rata-rata tingkat harga. Jika tingkat harga berfluktuasi, bulan ini naik dan bulan depan turun, setiap adanya kenaikan kerja tidak berarti sebagai inflasi.
Mankiw (2003) hubungan inflasi dengan jumlah uang yang beredar tidak dapat dilihat dalam jangka pendek. Teori inflasi ini bekerja paling baik dalam jangka panjang.
Menurut Judisseno (2005:16) inflasi adalah suatu peristiwa moneter yang menunjukkan suatu keccenderungan akan naiknya harga barang-barang secara umum yang berarti terjadinya penurunan nilai mata uang.
Menurut Sadono Sukirno (2004:27) inflasi adalah kenaikan harga –harga umum yang berlaku dalam suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainnya. Sedangkan tingkat inflasi adalah persentasi kenaikan harga-harga pada suatu tahun tertentu berbanding dengan tahun sebelumnya.
Menurut BPS (2000: 10) mendefinisikan inflasi sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah atau daerah yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen. Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan di sisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi barang.
Berdasarkan berbagai definisi yang telah dikemukakan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum inflasi adalah suatu gejala naiknya harga secara terus-menerus (berkelanjutan) terhadap sejumlah barang. Kenaikan yang sifatnya sementara tidak dikatakan inflasi dan kenaikan harga terhadap satu jenis komoditi juga tidak dikatakan inflasi.




2.2  Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian di Indonesia
1.      Dampak Inflasi terhadap Perekonomian secara Umum  
a.       Mendorong penanaman modal spekulatif Pemilik modal lebih cenderung menanamkan modalnya dalam bentuk tanah atau emas dari pada ditanamkan pada investas yang produktif.
b.      Tingkat bunga meningkatJika tingkat bunga meningkat karena terjadi inflasi maka para pemilik modal akan cenderung menyimpan uangnya, akibatna investasi akan berkurang.
c.       Adanya ketidakpastian keadaan ekonomi dimasa yang akan dating
d.       Timbulnya masalah dalam neraca pembayaran Hal tersebut diakaibkan karena harga  impor lebih mudah dari pada barangdalam negeri, akibatnya nilai ekspor lebih kecil dari nilai impor. hal ini akan menyebabkan neracapembayaran defisit serta nilai rupiah makin turun
e.       Daya beli masyarakat turun dikarenakan nilai mata uang turun.
2.      Dampak Inflasi terhadap Perekonomian secara Khusus
a.     Dampak inflasi terhadap pendapatan
a)      Inflasi akan merugikan bagi mereka yang berpendapatan tetap, seperti; pegawai negeri.  Contoh, amir seorang pegawai negeri memperoleh gaji Rp. 60.000.000 setahun dan laju inflasi     10%. Bila penghasilan Amir tidak mengalami perubahan, maka ia akan mengalami penurunan  pendapatan riil sebesar 10% x Rp. 60.000.000 = Rp. 6.000.000.
b)      Kerugian akan dialami bagi mereka yang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai.
c)      Kerugian akan di alami para kreditur , bila bunga pinjaman yang di berikan lebih rendah dari inflasi . Di lain pihak ada yang di untungkan dengan adanya inflasi.
b.    Dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat
a)      Proses produksi dalam penggunaan faktor-faktor produksi menjadi tidak efesien ada saat terjadi inflasi.
b)      Perubahan daya beli masyarakat yang berdampak terhadap struktur permintaan masyarakat terhadap beberapa jenis barang.
c.     Dampak inflasi terhadap produksi
a)      Inflasi bisa menyebabkan kenaikan produksi. Biasanya dalam keadaan inflasi kenaikan harga   barang akan mendahului kenaikan gaji, hal ini yang menguntungkan produsen.
b)      Bila laju inflasi terlalu tinggi akan berakibat turunnya jumlah hasil produksi, dikarenakan nilai riil   uang akan turun dan masyarakat tidak senang memiliki uang tunai, akibatnya pertukaran   dilakukan antara barang dengan barang.
2.3  Cara Mengatasi Inflasi
Usaha untuk mengatasi terjadinya inflasi harus di mulai dari peyebab terjadinya inflasi supaya dapat dicari jalan keluarnya. Secara teoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah,yaitu dengan cara mengatasi pokok pangkalnya, mengurangi jumlah uang yang beredar. Berikut ini kebijakan yang di harapkan dapat mengatasi infasi : 
1.    Kebijakan Moneter
Adalah tindakan yang dilakukan oleh bank sentral untuk memengaruhi uang yang beredar dari kredit. kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi inflasi adalah sebagai berikut;
a.     kebijak diskonto, dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan suku bunga bank. Hal ini di harapkan permintaan kredit akan berkurang .
b.    operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga
c.      menaikan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan oleh bank umum menjadi berkurang
d.   pemberian kredit selektif, politik bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit.
2.    Kebijakan Fiskal
Adalah kebijakan yang menyangkut pengaturan pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara lansung dapat memengaruhi permintan total dan memengaruhi harga. berikut adalah contoh kebijakan fiscal:
a.    menaikan tarif pajak, diharapkan masyarakat akan menyetor uang lebih banyak kepada pemerintah sebagai pembayaran pajak, sehingga dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
b.    mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
3.    Kebijakan Non Moneter
Kebijakan Non moneter yang dilakukan untuk mengatasi inflasi adalah sebagai berikut:
a.    Menaikan hasil produksi ,pemerintah memberikan subsidi kepada industri untuk lebih produktif dan menghasilkan output yang lebih banyak , sehingga harga akan menjadi turun.
b.    Kebijakan upah, pemerintah menghimbau kepada serikat buruh untuk tidak meminta kenaikan upah disaat sedang inflasi.
c.     Pengawasan harga , kebijakan pemerintah dengan menentukan harga maksimum bagi barng-barang tertentu.
4.    Kebijaksanaan yang berkaitan dengan output
Kebijakan ini dapat memperkecil laju inflasi.
5.    Kebijaksanaan Penentuan Harga
Kebijakan ini secara langsung terjun melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi dapat di simpulkan bahwa inflasi adalah suatu gejala naiknya harga secara terus-menerus (berkelanjutan) terhadap sejumlah barang. Kenaikan yang sifatnya sementara tidak dikatakan inflasi dan kenaikan harga terhadap satu jenis komoditi juga tidak dikatakan inflasi.kemudian dampak dari inflasi terhadap perekonomian di indonesia dapat di identifikasikan sebagai berikut :
Berdasarkan pembahasan diatas maka kami menyimpulkan bahwa hingga saatini perlindungan konsumen masih menjadi hal yang harus diperhatikan. Konsumensering kali dirugikan dengan pelanggaran-pelanggaran oleh produsen atau penjual.Pelanggaran- pelanggaran yang terjadi saat ini bukan hanya pelanggaran dalam skalakecil, namun sudah tergolong kedalam skala besar. Dalam hal ini seharusnya pemerintah lebih siap dalam mengambil tindakan. Pemerintah harus segeramenangani masalah ini sebelum akhirnya semua konsumen harus menanggungkerugian yang lebih berat akibat efek samping dari tidak adanya perlindungankonsumen atau jaminan terhadap konsumen.
1. Dampak secara umum
2. .Dampak secara khusus
a. dilihat dari segi pendapatan
b.dilihat dari segi individu dan masyarakat
c.dilihat dari segi produksi
kemudian cara mengatasi dari inflasi sebagai berikut :
1.    Dengan kebijakan moneter
2.    Kebijakan fiskal
3.    Kebijakan non moneter
4.    Kebijaksanaan yang berkaitan dengan output,dan
5.    Kebijaksanaan Penentuan Harga




3.2  Saran
Adapun saran yang penulis sampaikan dalam makalah ini adalah diantaranya :
Apabila ada kekurangan dalam pembuatan makalah mengenai “Pengaruh Inflasi Terhadap Perekonomian di Indonesia” yang membahas khususnya dampak inflasi dan cara mengatasi inflasi. Penulis membutuhkan sanggahan untuk menyempurnakan data-data yang ada dalam karya ilmiah ini, karena karya ilmiah ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan dalam proses pembuatannya















DAFTAR PUSTAKA
Sukirno,sadono.2012.Makro Ekonomi Teori Pengantar.jakarta:Rajawali pers.
Indrajati,nuke.2013.”Pengertian dan Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian di Indonesia”.http://faradillauke.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-dampak-inflasi-terhadap-perekonomian-di-indonesia.html. Diakses tanggal 30 Mei 2015.
Fedrik,antonius.2013.”dampak inflasi terhadap perekonomian”. http://antoniusgunadarma.blogspot.in/2013/10/dampak-inflasi-terhadap-perekonomian.html. Diakses tanggal 30 mei 2015.

2 komentar:


  1. Thanks ya, artikel sangat membantu dalam menyelesaikan tugas perkuliahan tentang inflasi dan pengangguran. Kunjungi juga ya MAKALAH INFLASI DAN PENGANGGURAN

    BalasHapus
  2. Harusnya ancaman inflasi sekarang bisa kita minimalisir ya dengan berinvestasi.. tentunya ya profitnya harus lebih besar ketimbang inflasinya hehe.. btw thank you artikel inflasinya sgt membantu..
    investasi yang aman dari inflasi

    BalasHapus