Menstruasi adalah siklus alami pada tubuh wanita. Siklus menstruasi pertama umumnya terjadi pada gadis remaja saat mereka memasuki masa pubertas, yaitu antara usia 8-16 tahun.
Siklus ini kebanyakan dimulai pada usia 12 tahun atau sekitar 2-3 tahun setelah payudara mulai tumbuh. Mereka juga mungkin akan mengalami menstruasi pertama pada usia yang sama dengan ibu atau kakak perempuan mereka. Menstruasi akan terus berlangsung sampai menopause tiba. Menopause biasanya terjadi pada wanita usia 40 tahun hingga pertengahan usia 50 tahun.
Siklus menstruasi umumnya akan muncul tiap sekitar empat minggu, dimulai sejak hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya tiba. Tetapi tidak semua wanita mengalami siklus yang sama. Wanita berusia 40-an dan gadis remaja cenderung memiliki siklus yang lebih lama.
Hormon estrogen dalam tubuh wanita akan meningkat pada tiap siklus menstruasi untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya kehamilan. Masa ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium akan terjadi dan dinding rahim akan menebal.Jika tidak dibuahi, sel telur akan diserap tubuh dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh, kemudian mengalir keluar dari tubuh bercampur dengan darah.
Gejala Menstruasi
Saat menstruasi, wanita akan mengalami pendarahan dari vagina selama kira-kira 2-7 hari dengan volume darah rata-rata sekitar 40mililiter. Tetapi ada juga sebagian wanita yang mengeluarkan darah yang lebih banyak. Volume pendarahan terbanyak selama menstruasi biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua.
Menstruasi juga dapat berubah, tergantung kondisi Anda. Perubahan ini memang tidak perlu dicemaskan karena belum tentu mengindikasikan masalah kesehatan. Tetapi disarankan bagi Anda untuk tetap memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi gangguan pada siklus menstruasi.
Dalam siklus menstruasi, perubahan kadar hormon di dalam tubuh wanita akan terjadi, khususnya pada masa sebelum menstruasi. Berubahnya jumlah hormon dapat menyebabkan dampak pada fisik dan emosi yang terkadang dapat muncul berhari-hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom prahaid (PMS).
Beberapa perubahan fisik yang biasanya muncul sebelum menstruasi berlangsung adalah:
Lemas dan lelah.
Sakit kepala.
Perut kembung dan mual.
Payudara yang membesar dan terasa nyeri.
Kenaikan berat badan.
Nyeri pada otot, sendi, punggung, serta perut bagian bawah.
Berkurangnya gairah seks.
Perubahan pada nafsu makan.
Diare atau konstipasi.
Sedangkan perubahan emosi yang bisa terjadi pada saat wanita mengalami sindrom prahaid adalah:
Merasa sedih atau depresi.
Sering uring-uringan.
Suasana hati yang tidak stabil.
Sulit berkonsentrasi.
Mudah menangis.
Kecemasan berlebihan.
Linglung dan pelupa.
Turunnya rasa percaya diri.
Ada beberapa gejala yang akan berkurang saat menstruasi sudah mulai dan hilang beberapa hari setelah menstruasi selesai. Tetapi gejala lainnya, terutama kenaikan berat badan, harus diatasi dengan penyesuaian pola makan sehat dan olahraga secara rutin.
Jika Anda mengalami rasa sakit atau kram perut saat menstruasi hingga mengganggu aktivitas, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menguranginya:
Menghangatkan perut, misalnya dengan kompres air hangat.
Olahraga ringan.
Berbaring dan menaruh bantal di bawah lutut atau berbaring miring dan menekuk lutut ke arah dada.
Memijat perut bagian bawah.
Meminum obat pereda rasa sakit (analgesik), misalnya parasetamol.
Kelainan pada Siklus Menstruasi
Durasi serta volume pendarahan pada siklus menstruasi yang dialami tiap wanita berbeda-beda. Tiap wanita dianjurkan untuk memperhatikan atau mencatat siklus menstruasinya agar dapat segera menyadari jika muncul kejanggalan tertentu. Siklus menstruasi yang tidak biasa atau volume darah yang berlebihan terkadang dapat mengindikasikan adanya komplikasi atau masalah kesehatan. Permasalahan dalam menstruasi yang umum terjadi dibagi dalam empat kategori, yaitu:
Menorrhagia
Menorrhagia adalah volume darah yang berlebihan saat menstruasi. Beberapa gejala dalam kondisi ini adalah:
Volume darah yang terlalu banyak sehingga harus mengganti pembalut tiap jam dan ini berlangsung selama beberapa jam.
Harus menggunakan dua pembalut untuk menampung pendarahan.
Harus bangun untuk mengganti pembalut pada saat tidur.
Mengalami gejala anemia, misalnya kelelahan atau napas pendek.
Durasi menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari.
Terdapat gumpalan darah berukuran besar lebih dari sehari.
Harus membatasi rutinitas karena volume darah yang hilang berlebihan saat menstruasi.
Selain menggunakan pembalut berdaya serap tinggi, volume pendarahan yang terlalu banyak ini juga dapat dikurangi dengan
intrauterine device (IUD) . Alat ini akan dimasukkan ke rahim dan dapat mengeluarkan hormon progestogen. IUD akan mencegah penebalan dinding rahim sehingga pendarahan haid pun berkurang.
Alternatif lainnya adalah dengan obat tranexamic acid . Obat ini bekerja dengan membantu darah dalam rahim agar membeku.
Menorrhagia bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga fibroid yang tumbuh pada rahim. Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika mengalami pendarahan yang berlebihan agar dapat ditangani dengan baik.
Amenorrhoea
Amenorrhoea adalah istilah medis di mana menstruasi terhenti sama sekali. Kondisi ini biasanya diakibatkan tidak adanya produksi sel telur. Tanpa mengalami masa subur, seorang wanita tidak akan bisa hamil.
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan masalah ini, termasuk:
Obat-obatan.
Stres berat.
Berat badan yang turun secara drastis atau berat badan di bawah normal.
Olahraga yang berlebihan.
Menggunakan metode kontrasepsi.
Sindrom ovarium polikistik.
Abnormalitas pada saluran peredaran darah haid.
Hipertiroidisme atau hipotiroidisme.
Jika penyebabnya sudah diatasi, menstruasi biasanya akan kembali.
Dysmenorrhoea
Rasa sakit saat menstruasi
(dysmenorrhoea) adalah hal biasa yang pernah dirasakan tiap wanita. Rasa nyeri atau sakit ini biasanya terjadi sebelum dan pada saat menstruasi. Letak sakitnya juga berbeda-beda, misalnya pada:
Vagina
Punggung bagian bawah
Panggul
Perut bagian bawah
Obat pereda sakit juga dapat digunakan untuk mengatasinya. Tetapi hubungilah dokter jika Anda mengalami sakit yang tidak tertahankan saat mengalami menstruasi untuk memastikan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh penyakit tertentu. Rasa sakit saat menstruasi yang tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, cenderung berkurang seiring bertambahnya usia dan setelah melahirkan.
Oligomenorrhoea
Kurun waktu siklus menstruasi umumnya sekitar 28 hari. Sedangkan durasi menstruasi biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Tetapi ada juga wanita yang mengalami menstruasi secara tidak teratur dan kondisi ini disebut sebagai oligomenorrhoea .
Jika mengalami oligomenorrhoea , jarak antara menstruasi yang dialami serta volume darah yang keluar akan berbeda-beda. Terdapat beberapa penyebabnya seperti penggunaan kontrasepsi, perubahan berat badan yang drastis dan stres, sehingga penanganannya pun berbeda-beda.
myblog
Sabtu, 16 April 2016
Rabu, 13 April 2016
Gejala Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang bisa dibilang
paling banyak diderita oleh kaum hawa saat ini. Tak hanya menyerang
orang dewasa, beberapa waktu yang lalu, seorang gadis keci juga telah didiagnosa kanker payudaradi
tubuhnya. Sebagai salah satu penyakit mematikan, kanker payudara memang
sangat berbahaya. Selama ini, gejala kanker payudara atau kanker
lainnya sendiri tidak mudah dikenali keberadaannya.
Tapi kamu jangan khawatir Ladies. Selama kamu peka dan jeli ketika ada perubahan di tubuh terutama di payudara, kanker payudara bisa dideteksi sejak dini dan dilakukan pengobatan yang terbaik. Dikutip dari laman healthline.com, setidaknya ada 5 gejala kanker payudara yang perlu kamu tahu keberadaannya sejak dini. Gejala tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
Segera periksakan diri ke dokter jika kamu menemukan keanehan pada payudara kamu. Ketika mengetahui risiko kanker sejak dini, hal ini akan lebih memudahkan kamu untuk sembuh dan terbebas dari kanker. Semoga kesehatan yang maksimal selalu menyertai kita semua. ^__^
Tapi kamu jangan khawatir Ladies. Selama kamu peka dan jeli ketika ada perubahan di tubuh terutama di payudara, kanker payudara bisa dideteksi sejak dini dan dilakukan pengobatan yang terbaik. Dikutip dari laman healthline.com, setidaknya ada 5 gejala kanker payudara yang perlu kamu tahu keberadaannya sejak dini. Gejala tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
Warna Payudara Berbeda
Gejala paling umum yang terjadi ketika seseorang berisiko terkena kanker payudara adalah warna kulit payudara berbeda. Bagi mereka yang sehat dan normal, kulit payudara akan seperti kulit tubuh lainnya. Tapi, jika ada gejala kanker, tidak jarang warna kulit akan menjadi kemerah-merahan atau bahkan kecokelatan seperti memar. Selain itu, kulit juga tidak semulus sebelumnya. Gejala kanker akan membuat kulit payudara menjadi lebih kasar, seperti kulit jeruk dan terlihat seperti ada ruam atau memar.Gatal Pada Payudara
Setiap orang mungkin pernah merasakan gatal pada payudara. Gatal ini bisa terjadi karena Bra atau pakaian yang dikenakan tidak bersih sehingga menyebabkan gatal. Tapi, tidak menutup kemungkinan gatal ini adalah salah satu gejala dari kanker payudara. Gatal yang terjadi terus menerus tanpa sebab jelas, kemungkinan besar adalah salah satu gejala kanker payudara. Jika kamu mengalami hal ini, jangan sungkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter ya.Nyeri Hebat di Punggung Dan Payudara
Gejala selanjutnya yang perlu kamu tahu dari kanker payudara adalah nyeri hebat di punggung dan payudara. Bahkan, nyeri ini bisa saja saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Beberapa sahabat juga kerabat yang terjangkit kanker payudara mengatakan jika nyeri yang dirasakan akan membuat tubuh lemah, tidak nafsu makan dan selalu muncul jika tubuh lelah. Nyeri ini juga sering kali membuat punggung maupun payudara berasa seperti terbakar.Benjolan di Payudara
Inilah gejala paling umum dari kanker payudara. Dan asal kita tahu, hampir semua kanker ditandai dengan adanya benjolan di tubuh. Jika kamu merasakan ada benjolan di tubuh terutama di payudara dan rasanya sakit, usahakan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Beberapa benjolan mungkin tidak berbahaya, tapi, beberapa lagi mungkin adalah kanker atau tumor ganas.Keluar Cairan Dari Payudara
Jika kamu menemukan cairan keluar dari payudara sementara kamu sedang tidak mengandung, cobalah untuk lebih waspada dan peka Ladies. Beberapa ahli kanker menyebutkan jika gejala awal kanker payudara adalah keluarnya cairan dari dalam payudara. Cairan itu bisa berupa cairan seperti air, seperti lendir atau seperti nanah.
Segera periksakan diri ke dokter jika kamu menemukan keanehan pada payudara kamu. Ketika mengetahui risiko kanker sejak dini, hal ini akan lebih memudahkan kamu untuk sembuh dan terbebas dari kanker. Semoga kesehatan yang maksimal selalu menyertai kita semua. ^__^
Perbedaan Tumor dan Kanker Payudara
Perbedaan Tumor Payudara dan
Kanker Payudara
Saat payudara terasa nyeri lalu disertai terasa ada benjolan, wah biasanya
kita sebagai wanita akan panik sendiri. Jangan-jangan ini tumor? Atau parahnya
lagi jangan-jangan ini kanker?Benjolan di payudara kerap jadi momok menakutkan bagi wanita. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah bahwa tak semua benjolan itu adalah kanker, bisa jadi itu adalah tumor jinak yang bisa segera dioperasi. Tumor payudara dan kanker payudara pun sebenarnya berbeda. Kita bisa membedakannya dari gejala dan benjolan yang dirasa.
Benjolan Tumor Lebih Lunak
Dokter spesialis Onkologi, Walta Gautama di FKM U, seperti yang dikutip oleh merdeka.commemaparkan, "Benjolan kanker biasanya hanya di satu sisi payudara, biasanya keras. Tapi kalau benjolannya berjalan-jalan itu kista." Kista ini bisa juga diartikan sebagai tumor yang isinya cair. Saat diraba, benjolan tumor ini bisanya terasa lebih lunak. Umumnya tumor jinak ini tak lebih berbahaya dari kanker karena tak mengakibatkan kegagalan organ yang dihinggapinya.
Benjolan Kanker Terasa Lebih Keras
Benjolan kanker itu jika ditekan akan terasa sakit. Selain itu, benjolan akan terasa lebih kerasa dan pinggirannya tidak rata. Dilansir dari healthline.com, gejala awal kanker payudara meliputi perubahan bentuk puting payudara; payudara masih terasa sakit sekalipun tidak sedang menstruasi; keluar cairan berwarna bening, merah, cokelat, atau kuning dari puting; payudara kemerahan, bengkak, kulit iritasi, muncul rasa gatal, dan ruam di payudara tanpa alasan jelas; ada pembengkakan atau muncul benjolan di sekitar tulang selangka atau di bawah ketiak.
Benjolan kanker yang sudah berkembang lebih lanjut bisa menyebabkan perubahan di permukaan payudara. Misalnya, puting payudara jadi tertarik ke dalam karena terjadinya infiltrasi. Menurut informasi dari dokter Walta, secara statistik kanker stadium 1 itu ditandai dengan benjolan berukuran 2 cm dengan peluang kesembuhan 100 persen. Sementara kalau sudah mencapai kanker stadium 2, peluang kesembuhannya 80 persen. Sedangkan kanker stadium 3 punya peluang sembuh 60 persen dan kalau sudah mencapai stadium 4 tingkat kesembuhannya 20 persen.
Intinya kalau kamu merasakan ada benjolan atau terasa ada yang aneh dengan payudaramu, baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Semakin cepat kamu berkonsultasi dengan dokter, maka semakin cepat penyebabnya diketahui dan bisa segera ditangani dengan tepat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KEBIJAKAN OTORITAS JASA KEUANGAN DI
BIDANG EDUKASI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
Otoritas jasa keuangan (Ojk) adalah
sebuah lembaga negara yang di bentuk berdasarkan UU nomer 21 tahun 2011 yang
berfungsi menyelenggarakan sistem
peraturan dan pengawasan yang terintgrasi terhadap keseluruhan kegiatan di
dalam sektor keuangan . Otoritas jasa keuangan (Ojk) adalah lembaga yang
independen dan bebas dari campur tangan pihak lain. Otoritas jasa keuangan
(Ojk) di dirikan untuk menggantikan peran Badan Pengawasan Pasar Modal Dan
Lembaga keuangan (Bapepam-LK) dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan
lembaga keuangan ,dan menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan
pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan . Pentingnya Kebijakan dari OJK
dalam kegiatan ekonomi akan menciptakan
stimulus ekonomi nasional Industri keuangan sebagai lokomotif.
Dalam kegiatannya otoritas jasa keuangan
mengalami transisi yaitu yang tadinya BI dan Bapepam-LK menjadi OJK meliputi transisi kewenangan, SDM, dokumen dan
penggunaan kekayaan Selama masa transisi. BI dan Bapepam LK tetap melaksanakan kewenangannya. UU OJK adalah UU No.21 Tahun 2011 tanggal 22 November
2011 Pengalihan fungsi Bapepam LK ke OJK diatur dalam Pasal
55 ayat 1 UU OJK Pengalihan fungsi BI ke OJK diatur dalam Pasal 55 ayat
2 UU OJK.UU LKM No. 1 tahun 2013, ketentuan ini mengatur
mengenai pembinaan, pengaturan dan pengawasan LKM dan berlaku 2 tahun sejak
diundangkan yaitu tahun 2015.
Tujuan Di Bentuknya Otoritas jasa
keuangan (Ojk) adalah agar Terselenggaranya
jasa keuangan secara teratur,
adil, transparan, dan akuntabel. Mampu
mewujudkan sistem keuangan
yang tumbuh
secara berkelanjutan
dan stabil.Dan untuk Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat
Ada pula Tugas dan wewenang yang harus di jalan
kan oleh otoritas jasa keuangan (Ojk) yaitu Melakukan pengaturan dan mengawasi Industri Jasa
Keuangan. Pengaturan yang dimaksud antara lain melalui peraturan-peraturan yang
dibuat didalam pengelolaan produk dan jasa keuangan oleh industri jasa
keuangan. Mengawasi industri jasa keuangan agar mereka dalam menjalankan
usahanya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.Melindungi konsumen dan
masyarakat merupakan tugas OJK yang lain. Perlindungan yang diberikan dapat
bersifat pencegahan (preventif) dan juga penindakan (represif).
Ada 4 Dasar Pembentukan Otoritas jasa
keuangan (OJK) yaitu :
1. Amanat UU
Undang-Undang Nomor 23
Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang, mengamanatkan
pembentukan lembaga pengawasan sektor jasa keuangan yang mencakup perbankan,
asuransi, dana pensiun, sekuritas,
modal ventura dan
perusahaan pembiayaan, serta badan-badan
lain yang menyelenggarakan
pengelolaan dana masyarakat.
2. Perkembangan Industri Keuangan
Proses globalisasi
dalam sistem keuangan dan
pesatnya kemajuan di bidang teknologi informasi serta inovasi keuangan telah
menciptakan industri keuangan yang sangat kompleks, dinamis, dan saling
terkait.
3. Konglomerasi Lembaga Jasa Keuangan
Saat ini terdapat
kecenderungan lembaga jasa keuangan besar memiliki beberapa anak perusahaan di
bidang keuangan yang berbeda-beda
kegiatan usahanya (konglomerasi).
Misalnya bank memiliki anak perusahaan dalam bentuk asuransi, perusahaan
sekuritas, perusahaan pembiayaan dan dana pensiun. Konglomerasi lembaga keuangan tersebut
mendorong terciptanya kompleksitas kegiatan usaha
lembaga jasa keuangan.
4. Perlindungan
Konsumen
Permasalahan di sektor
jasa keuangan yang semakin beragam, antara lain meningkatnya pelanggaran di
bidang jasa keuangan dan belum optimalnya perlindungan konsumen jasa keuangan,
mendorong diperlukannya fungsi edukasi, perlindungan konsumen dan pembelaan
hukum.
Tujuh paket kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) yang
ada sejauh ini yaitu :
a. Deregulasi, akselerasi proyek strategis
b. Mendorong
investasi
c. Penguatan daya
saing usaha
d. Kredit untuk
Ekspor
e. Revaluasi Asset
f. Kawasan Ekonomi Khusus
g. Industri
padat karya
Dalam
kegiatannya Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) mempunyai 4 Kebijakan di Bidang Edukasi
dan Perlindungan Konsumen. 4 kebijakan tersebut adalah :
1. Peningkatan budaya menabung nasional
Budaya Menabung Nasional,masyarakat di ajak untuk menabung
dengan mengusung simpel atau simpanan pelajar dan bekerja sama dengan 26 bank .
2.
Edukasi
dan akses keuangan UMKM
Mendirikan pusat edukasi, layanan konsumen dan akses keuangan UMKM
Dengan Pengembangan “Yuk Sikapi” berbasis SMS dan Mobile Apps
untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan akses UMKM.
3.
Pemberdayaan
konsumen
Standardisasi Internal Dispute Resolutions Pembentukan
Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) Sosialisasi dan Komunikasi dengan Perbankan.
4.
Pencegahan
penghimpunan dana investasi tanpa izin
Melakukan sosialisasi secara intensif himbauan kepada KPI dan Kominfo Penguatan fungsi SATGAS Waspada Investasi.
resume sejarah perekonomian indonesia
SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA
1.
KONDISI PEREKONOMIAN
INDONESIA PADA MASAPENJAJAHAN
Sebagai hasil dari berbagai kajian yang lebih mutakhir mengenai
sejarah perekonomianbangsa kita di masa kekuasaan Belanda pernah disajikan
dalam suatu konferensi terbuka yang secara khusus membahas sejarah perekonomian
Indonesia. Yang pertama di pertengahan dasawarsa tahun 1960-an terdapat
beberapa arsip Belanda dan Indonesia yang berisikan tentang sistem administrasi
pada masa pemerintahan Belanda yang terjadi pada abda ke-19 dan abad ke-20 yang
dibuka untuk umum. Bahkan hasil pengkajian yang lebih mendalam dari arsip –
arsip tersebut melahirkan berbagai temuan yang membantah berbagai pendapat
tentang masa silam, contohnya sistem tanam paksa yang menimpa para petani di Pulau
Jawa saat itu, banyak sejarahwan yang berpendapat bahwa hal itu telah
menjadikan petani di Jawa menjadi lebih miskin, padahal tidak demikian.
Termasuk bagian kedua yang menjadi pendorong terhadap bangkitnya
keinginan mempelajari sejarah perekonomian Indonesia adalah hasil pengumpulan
dan seleksi beberapa data statistik yang sangat besar yang dilakukan oleh
almarhum P. Creutsberg yang merupakan seorang pensiunan biro pusat statistik
Jakarta yang juga saat itu membawahi beberapa kelompok ekonom i kecil Belanda.
Kelompok itu berhasil mengumpulkan statistik perekonomian
Indonesia dalam kurun waktu 1816 – 1940 yang kemudian mengalihkan perhatian
beberapa ekonom Australia yang saat itu turut mempelajari sejarah ekonomi
Indonesia masa kini, justru semakin tertarik untuk terlebih dahulu mempelajari
data statistik yang dikumpulkan oleh kelompok ekonom Belanda tersebut dalam rangka menjadi acuan untuk mempelajari
ekonomi Indonesia di masa kini.
Menurut sejarah, sejarah perekonomian Indonesia mencatat bahwa
ditahun 1830 terjadi kebangkrutan yang dialami oleh pemerintah penjajah akibat
dari Perang Diponegoro tahun 1825 – 1930 yang merupakan perang terbesar di
tanah Jawa dan juga Perang Paderi tahun 1821 – 1837 di Sumatera Barat. Kemudian
Jendral Van den Bosch selaku Gubernur saat itu memperoleh izin untuk menerapkan
Sistem Tanam Paksa atau yang disebut dengan Cultuur Stelsel yang memiliki
tujuan utama untuk menutupi defisit dari besarnya anggaran pemerintah serta
untuk mengumpulkan kembali kas pemerintahan yang habis terpakai.
Sebenarnya sistem tanam paksa ini lebih kejam dan lebih keras
dibanding dengan sistem monopoli VOC sebab adanya sasaran keperluan pemasukan
negara yang memang sangat dibutuhkan saat itu. Jika dalam masa monopoli VOC
para petani diwajibkan menjual hasil tertentu dari pertaniannya kepada VOC,
maka di masa tanam paksa ini pemerintah sekaligus yang menetapkan harganya.
Akibatnya matinya perkembangan sistem pasar yang bebas.Sistem tanam paksa ini
juga banyak dijadikan contoh sejarah klasik yang menindas rakyat Indonesia
khususnya petani di Jawa saat itu. Dengan memaksa para petani untuk bekerja
hingga 4 kali lebih lama dari jam kerja biasa dengan tujuan pokok agar
kapasitas hasil pertanian meningkat demi untuk meningkatkan kondisi ekonomi
pemerintahan Belanda saat itu.
Memang dari hasil sistem Tanam Paksa ini berhasil meningkatkan
sejumlah komoditi pertanian hingga dapat dieskpor ke Eropa, sehingga semakin
tinggi penghasilan yang didapat oleh pemerintahan Belanda saat itu namun upah
yang diberikan kepada kaum petani tidak seimbang dibanding tenaga dan jerih
payah yang mereka keluarkan di masa sistem tanam paksa tersebut.
2.
KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA PADA MASA ORDE
LAMA
Sebagai tokoh pejuang kemerdekaan, Proklamator sekaligus Presiden
pertama indonesia, perekonomian indonesia tidak dapat lepas dari sosok Ir.
Soekarno. Sebagai orang yang pertama memimpin Indonesia boleh dibilang Soekarno
adalah peletak dasar perekonomian indonesia. Beberapa kebijakan yang diambil
dibawah pemerintahan Soekarno diantaranya :
·
Nasionalisasi Bank Java
menjadi Bank Indonesia.
·
Mengamankan usaha-usaha yang
menyangkut harkat hidup orang banyak.
·
Berusaha memutuskan kontrol
Belanda dalam bidang perdagangan ekspor-impor.
·
Serta beberapa kebijakan
lainya yang ditujukan untuk memajukan perekonomianindonesia.
Setelah kemerdekaan hingga tahun 1965, perekonomian Indonesia
memasuki era yang sangat sulit, karena bangsa Indonesia menghadapi gejolak
sosial, politik dan keamanan yang sangat dahsyat, sehingga pertumbuhan ekonomi
kurang diperhatikan.
Kegiatan ekonomi masyarakat sangat minim, perusahaan-perusahaan
besar saat itu merupakan perusahaan peninggalan penjajah yang mayoritas milik
orang asing, dimana produk berorientasi pada ekspor. Kondisi stabilitas sosial-
politik dan keamanan yang kurang stabil membuat perusahaan-perusahaan tersebut
stagnan. Pada periode tahun 1950-an Indonesia menerapkan model guidance
development dalam pengelolaan ekonomi, dengan pola dasar Growth with
Distribution of Wealth di mana peran pemerintah pusat sangat dominan dalam
mengatur pertumbuhan ekonomi (pembangunan semesta berencana).
Model ini tidak berhasil, karena begitu kompleknya permasalahan
ekonomi, sosial, politik dan keamanan yang dihadapi pemerintah dan ingin
diselesaikan secara bersama-sama dan simultan. Puncak kegagalan pembangunan
ekonomi orde lama adalah terjadi hiper inflasi yang mencapai lebih 500% pada
akhir tahun 1965 . Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya
mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme
ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam
beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal
tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya
ketidakstabilan pada ekonomi negara.
Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka
waktu tersebut, Indonesia bergantian menggunakan sistem ekonomi liberal dan
sistem ekonomi komando. Hampir seluruh program ekonomi pemerintahan Soekarno
kandas di tengah jalan. Penyebabnya adalah :
1.
Situasi politik yang
diwarnai manuver dan sabotase, terutama dari kelompok-kelompok kanan (masyumi,
PSI, dan tentara-AD) yang tidak menghendaki kemandirian ekonomi nasional.
2.
Pertarungan kekuasaan antar
elit politik di tingkat nasional -yang berakibat jatuh-bangunnya cabinet –
tidak memberikan kesempatan kepada Soekarno dan kabinetnya untuk teguh
menjalankan kebijakan-kebijakan tersebut.
3.
Yang paling pokok: borjuasi
dalam negeri (pribumi) yang diharapkan menjadi kekuatan pokok dalam mendorong industrialisasi
dan kegiatan perekonomian justru tidak memiliki basis borjuis yang tangguh.
Kendati berkali-kali
mengalami kegagalan, Soekarno kemudian menekankan bahwa haluan ekonomi baru ini
hanya akan berhasil dengan dukungan masyarakyat. Dalam usaha memasifkan
dukungan rakyat, Soekarno berpropaganda tentang Trisakti:
1.
Berdikari di bidang ekonomi;
2. Berdaulat di bidang politik; dan
3. Berkepribadian dalam budaya
Perekonomian Pada Masa
Orde Lama 1945-1966
Pada awal kemerdekaan,
pembangunan ekonomi Indonesia mengarah perubahan struktur ekonomi kolonial
menjadi ekonomi nasional, yang bertujuan untuk memajukan industri kecil untuk
memproduksi barang pengganti impor yang pada akhirnya diharapkan mengurangi
tingkat ketergantungan terhadap luar negeri.
Sistem moneter tentang
perbankan khususnya bank sentral masih berjalan seperti wajarnya. Hal ini
dibuktikan dengan adanya hak ekslusif untuk mencetak uang dan memegang tanggung
jawab perbankan untuk memelihara stabilitas nasional. Bank Indonesia mampu
menjaga tingkat kebebasan dari pengambilan keputusan politik.
Sejak tahun 1955,
pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek besar. Hal ini dikuatkan
dengan keluarnya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun (1961).
Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek besar dan beberapa proyek
kecil untuk mendukung proyek besar tersebut.
Rencana ini mencakup
sektor-sektor penting dan menggunakan perhitungan modern. Namun sayangnya
Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau dapat dikatakan
gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa untuk menyuplai
modal serta kurangnya tenaga ahli.
Perekonomian Indonesia pada
masa ini mengalami penurunan atau memburuk.Terjadinya pengeluaran besar-besaran
yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi melainkan berupa
pengeluaran militer untuk biaya konfrontasi Irian Barat, Impor beras, proyek
mercusuar, dan dana bebas (dana revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat
dari rezim yang berkuasa.Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya
hiperinflasi yang mencapai 650%. Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam
pergaulan internasional dan mulai dekat dengan negara-negara komunis.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan
ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan
oleh:
1. Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih
dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara
waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu
mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang
pendudukan Jepang Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied
Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang
NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah
RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia)
sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang
yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
2. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945
untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
3. Kas negara kosong.
4. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi,antara
lain:
a. Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir.
Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
b. Upaya menembus blokade
dengan diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika,
dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan
Malaysia.
c. Konferensi Ekonomi Februari
1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi
masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi
makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
d.
Pembentukan Planning Board (Badan Perancang
Ekonomi) 19 Januari 1947.
e. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 untuk
mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
f. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan
beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis.
Masa Demokrasi Liberal
(1950-1957)
Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem
ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal.
Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab
klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer.Padahal pengusaha pribumi
masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama
pengusaha Cina.Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian
Indonesia yang baru merdeka.Usaha-usaha
yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
·
Gunting Syarifuddin, yaitu
pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang
yang beredar agar tingkat harga turun.
·
Nasionalisasi De Javasche
Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan
fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan
wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan
perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan
lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada
perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam
perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha
pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha
non-pribumi.
Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang
diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara
pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan
memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan
kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan
dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya
dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB, termasuk pembubaran Uni
Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual
perusahaannya, akan tetapi pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil
alih perusahaan-perusahaan tersebut.
Masa Demokrasi
Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia
menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus
pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah).
Dengan sistem ini,
diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial,
politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme).Akan tetapi, kebijakan-kebijakan
ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan
ekonomi Indonesia.Kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa
itu:
a. Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai
uang sebagai berikut: Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas
pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000
dibekukan.
b. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi
sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru
mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga
barang-barang naik 400%.
c. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang
senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000
kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai
10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka
inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
d. Kegagalan-kegagalan dalam
berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat
pengeluaran-pengeluarannya.
e. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan
pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan
negara-negara Barat.
Sekali lagi, ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan
menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia
berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, ekonomi, maupun bidang-bidang
lain.
3.KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA PADA ORDE BARU
Di awal
Orde Baru, Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk,
dan berhasil untuk beberapa lama. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto
pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi, 650%
setahun,” kata Emil Salim, mantan menteri pada pemerintahan Suharto.
Orang yang
dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden
menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto, yang bisa dikatakan berhasil,
adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya
dua tahun. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi, Suharto membuat kebijakan
yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno, pendahulunya. Ini dia lakukan
dengan menertibkan anggaran, menertibkan sektor perbankan, mengembalikan
ekonomi pasar, memperhatikan sektor ekonomi, dan merangkul negara-negara barat
untuk menarik modal.
Setelah itu
di keluarkan ketetapan MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan
ekonomi, keuangan dan pembangunan. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan
mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang
menyebabkan kemacetan, seperti :
a. Rendahnya penerimaan Negara
b. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara
c. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank
d. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi
impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana.
2. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
3. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil.
Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang
(25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut
Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari
Universitas Indonesia, dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara
Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia.Pelita berlangsung dari
Pelita I-Pelita VI.
1. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi
landasan awal pembangunan Orde Baru. Tujuanya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus
meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya .Pembangunan
bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi
melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk
Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi
pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka
ke Indonesia. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa
yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab
produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Terjadilah
pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang.
2. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979)
Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan, sandang,
perumahan, sarana dan prasarana, mensejahterakan rakyat, dan memperluas
lapangan kerja . Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata
penduduk 7% setahun. Perbaikan dalam hal irigasi. Di bidang industri juga
terjadi kenaikna produksi. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi
dan di bangun.
3.
Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984)
Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang
bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala
bidang. Pedoman pembangunan nasionalnya adalahTrilogi Pembangunan dan Delapan
Jalur Pemerataan . Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi
semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil.
4. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989)
Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju
swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin
industri itu sendiri. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada
pangan. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25,8 ton.
Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. kesuksesan ini mendapatkan
penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985.
hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. Selain swasembada pangan, pada
Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga.
5. Pelita V (1 April 1989 – 31
Maret 1994)
Pada Pelita V ini, lebih menitik beratkan pada sektor pertanian
dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi
pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor.Pelita V adalah akhir dari
pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. Lalu dilanjutkan pembangunan
jangka panjang ke dua, yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan
mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan
kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila.
6. Pelita VI (1 April 1994 –
31 Maret 1999)
Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang
berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Sektor ekonomi dipandang
sebagai penggerak utama pembangunan. Pada periode ini terjadi krisis moneter
yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis
moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian
menyebabkan rezim Orde Baru runtuh.
Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot
penambangan minyak dan pertambangan, sehingga pemasukan negara dari migas
meningkat dari $0,6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10,6 miliar pada tahun
1980. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan
80% ekspor Indonesia. Dengan kebijakan itu, Indonesia di bawah Orde Baru, bisa
dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi.
Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia
mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di
bidang politik. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal
ditempuh pemerintah Orde Baru, dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika
politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Gaya
kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh
Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia
yang berantakan di akhir tahun 1960.
Namun, dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi, yang
sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun, semua kekuatan yang
berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat.
4. KONDISI
PEREKONOMIAN INDONESIA PADA PEMERINTAHAN TRANSISI
Krisis
finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya
ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto
saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan
berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan
Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang
kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun
meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam
maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.Pemerintahan
transisi merupakan peralihan antara pemerintahan zaman Soeharto ke pemerintahan
B.J. Habibie.Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan transisi
memiliki karakteristik sebagai berikut:
Kegoncangan
terhadap rupiah terjadi pada pertengahan 1997, pada saat itu dari Rop 2500
menjadi Rp 2650 per dollar AS. Sejak masa itu keadaan rupiah menjadi tidak
stabil.Krisis rupiah akhirnya menjadi semakin parah dan menjadi krisi ekonomi
yang kemudian memuncuilkan krisis politik terbesar sepanjang sejarah
Indonesia.Pada awal pemerintahan yang dipimpin oleh habibie disebut
pemerintahan reformasi. Namun, ternyata opemerintahan baru ini tidak jauh
berbeda dengan sebelumnya, sehingga kalangan masyarakat lebih suka menyebutnya
sebagai masa transisi karena KKN semakin menjadi, banyak kerusuhan.
Mei
1997, nilai tukar bath Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan
yang hebat, hingga akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara asia
lainnya. Rupiah Indonesia mulai terasa goyang pada bulan juli 1997. Sekitar
bulan September 1997, nilai tukar rupiah terus melemah, hingga pemerintah Orde
Baru mengambil beberapa langkah konkret, antaranya menunda proyek-proyek dan
membatasi anggaran belanja negara. Pada akhir Oktober 1997, lembaga keuangan
internasional memberikan paket bantuan keuangaannya pada Indonesia.
5. KONDISI
PEREKONOMIAN INDONESIA PADA REFORMASI
Banyak
kalangan yang berpandangan bahwa Orde Reformasi dimulai pada saat jatuhnya
Soeharto, 21 Mei 1998. Jika patokan ini diikuti, maka dalam tempo hanya sekitar
tiga tahun Indonesia telah dipimpin oleh tiga pemerintahan, yaitu
PemerintahanHabibie (dengan Presiden Prof. Dr. Ir. B.J. Habibie) yang
menggantikan Soeharto (Mei 1998), lalu terpilihnya K.H AbdurrahmanWahid
(Gusdur) sebagai presiden RI 1999-2004, dibulan Oktober 1999, namun kemudian ia
digantikan oleh Megawati Soekarno Putri pada Agustus 2001. Dan sejak 2004
Presiden RI adalah Susilo Bambang Yudhoyono.
1. Bapak
B.J Habibie (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999)
Pada saat pemerintahan
presdiden B.J Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan
perubahan-perubahan yang cukup berarti di bidang ekonomi.
Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk menstabilkan keadaan politik di
Indonesia. Presiden B.J Habibie jatuh dari pemerintahannya karena melepaskan
wilayah Timor-timor dari Wilayah Indonesia melalui jejak pendapat.
2. Bapak
Abdurrahman Wahid (20 Oktober 1999-23 Juli 2001)
Pada
masa kepemimpinan presiden Abdurrahman wahid pun belum ada tindakan yang cukup
berati untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan. Kepemimpinan Abdurraman
Wahid berakhir karena pemerintahannya mengahadapi masalah konflik antar etnis
dan antar agama
3. Ibu
Megawati (23 Juli 2001-20 Oktober 2004)
Masa
kepemimpinan Megawati mengalami masalah-masalah yang mendesak yang harus
diselesaikan yaitu pemulihan ekonomi dan penegakan hokum. Kebijakan-kebijakan
yang ditempuh untuk mengatasai persoalan-persoalan ekonomi antara lain :
a. penundaan
pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan
mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun
b. Kebijakan
privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode
krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi
kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu
berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan
ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke
perusahaan asing. Megawati bermaksud mengambil jalan tengah dengan menjual beberapa
asset Negara untuk membayar hutang luar negeri. Akan tetapi, hutang Negara
tetap saja menggelembung karena pemasukan Negara dari berbagai asset telah
hilang dan pendapatan Negara menjadi sangat berkurang.
4. Bapak
Susilo Bambang Yudhoyono (20 Oktober 2004-sekarang)
Masa
kepemimpinan SBY terdapat kebijakan yang sikapnya kontroversial yaitu:
a. Mengurangi
subsidi BBM atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini
dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM
dialihkan ke sector pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang
mendukung kesejahteraan masyarakat.
b. Kebijakan
kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni
Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai
ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.
c. Mengandalkan
pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta
mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah
satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November
2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepaladaerah.
Investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini
mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan
bagi investor, terutama investor asing, yang salah satunya adalah revisi
undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di
Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
d. Lembaga
kenegaraan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang dijalankan pada pemerintahan
SBY mampu memberantas para koruptor tetapi masih tertinggal jauh dari jangkauan
sebelumnya karena SBY menerapkan sistem Soft Law bukan Hard Law. Artinya SBY
tidak menindak tegas orang-orang yang melakukan KKN sehingga banyak terjadi
money politic dan koruptor-koruptor tidak akan jera dan banyak yang
mengulanginya. Dilihat dari semua itu Negara dapat dirugikan secara
besar-besaran dan sampai saat ini perekonomian Negara tidak stabil.
e. Program
konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas dikarenakan persediaan bahan
bakar minyak semakin menipis dan harga di pasaran tinggi.
f. Kebijakan
impor beras, tetapi kebijakan ini membuat para petani menjerit karena harga
gabah menjadi anjlok atau turun drastis.
g. Pada
tahun 2006 Indonesia melunasi seluruh sisa hutang pada IMF (International
Monetary Fund). Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti
agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Namun wacana untuk
berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa
kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah
penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05
juta jiwa pada bulan Maret 2006. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara
lain karena pengucuran kredit perbankan ke sektor riil masih sangat kurang
(perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sektor riil
kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Pengeluaran Negara pun juga
semakin membengkakdikarenakan sering terjadinya bencana alam yang menimpa
negeri ini.
6.KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA PADA SAAT
SEKARANG
Sebagian
orang berpendapat bahawa sistem yang digunakan sekarang lebih condong ke barat
atau disebut sistem ekonomi liberal/kapitalis, sistem yang membebaskan segala
macam bentuk kegiatan ekonomi. Pemerintah tak ada urusan dengan ekonomi yang
dilakukan oleh rakyat. Mereka semua mendapat hak yang sama untuk berkreatifitas
tak ada larangan. Intinya adalah sistem ini semua bebas melakukan apa saja
sehingga tak mengherankan kaum pemodal atau kapital menjadi kaum yang super
power pada sistem ekonomi sehingga membuat yang miskin semakin miskin,
eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam, kesenjangan sosial, itulah
yang terjadi pada perekonomian Indonesia.
Sistem
ekonomi liberal atau kapitalis yang tidak lama lagi akan menuju neo-liberal.
Indikasi sistem perekonomian Indonesia diarahkan untuk mengikuti mekanisme
pasar disamping dominasi kekuatan korporasi swasta yang semakin menguat. Sistem
neo-liberal ini semakin subur manakala bola salju globalisasi semakin memasuki
berbagai sendi-sendi kehidupan. Semula globalisasi masih terkait dengan bidang
informasi dan komunikasi, namun bola salju globalisasi semakin membesar dan
menggulung bidang lainnya termasuk sektor ekonomi,politik. Contohnya saja Harga
BBM sudah didesak agar secara bertahap mengikuti harga internasional. Di
Indonesia sendiri dapat dihitung para konglomerat yang menguasai perekonomian,
itu hanya ada segelintir orang saja. Kondisi ini terjadi sebagai konsekuesi
kita menganut sistem kapitalis. Sebenarnya sistem inilah yang dijalan kan di
Indonesia walaupun pemerintah tidak mengakuinya secara terbuka.Masuknya Sistem
tersebut dapat kita lihat dari beberapa
Indikator yaitu :
a. Dihapusnya
berbagai subsidi untuk masyarakat secara bertahap, sehingga harga barang barang
strategis ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar.
b. Nilai
Kurs rupiah tidak boleh dipatok dengan kurs tetap, sehingga besar kecilnya kurs
rupiah akan ditentukan oleh mekanisme pasar.
c. Perusahaan
BUMN mulai beralih ke pihak swasta,
sehingga peran pemerintah semakin berkurang.
d. Keikutsertaan bangsa Indonesai dalam kancah
WTO dan perjanjian GATT yang semakin menunjukan komitmen bangsa Indonesia dalam
tata liberalisme dunia.
Dampak
positif yang di timbulkan dari sistem kapitalis ini yaitu dari aspek
permodalan, kita dapat dengan mudah mendapatkan modal dengan cepat dari
investor asing sedangkan dampak negatif dari sistem ini banyak terjadi
masalah-masalah seperti pengangguran, kemiskinan, krisis ekonomi dan hutang
luar negeri yang tinggi.
Langganan:
Komentar (Atom)
